Prognosis Pemilu Legislatif Daerah Den Haag 2006
Gunaryadi (4 Maret 2006–terlambat diupload)
1. Pendahuluan
Apa itu gemeente? Gemeente merupakan unit terkecil pemerintahan yang independen yang berada di bawah tingkat pemerintahan provinsi dan pusat (nasional) di Belanda. Per 1 Januari 2006, di Belanda terdapat 458 gemeente.
Pemerintahan di gemeente dikelola oleh anggota legislatif daerah (raadsleden), pejabat eksekutif (wethouders) dan walikota (burgemeester). Menurut Konstitusi Belanda, dewan perwakilan rakyat daerah (gemeenteraad) adalah organ pemerintahan tertinggi di sebuah gemeente.
Sedangkan untuk bidang eksekutif, pemerintahan sehari-hari di gemeente dikelola oleh Lembaga B&W (Het college van burgemeester en wethouders). Pejabat eksekutif (wethouders) diangkat oleh gemeenteraad. Sedangkan walikota diangkat oleh Kerajaan melalui Koninklijk Besluit yang diajukan oleh Menteri Dalam Negeri dan Hubungan Kerajaan (Binnenlandse Zaken en Koninkrijksrelaties).
Anggota perwakilan di gemeenteraad ini dipilih secara langsung dalam periode 4 tahun melalui pemilu daerah (gemeenteraadsverkiezingen).
Yang memiliki hak pilih dan dipilih dalam pemilu daerah adalah: (1). Semua warganegara Belanda berusia 18 tahun ke atas yang berdomisili di gemeente masing-masing; (2). Warganegara EU yang memiliki hak yang sama dengan warganegara Belanda; (3). Warga dari negara ketiga (bukan Belanda atau EU) tetapi memiliki yang dan kewajiban yang sama dengan warganegara Belanda dan legal menetap di Belanda secara terus-menerus minimal 5 tahun pada hari pelaksanaan pemilu.
2. Hasil Pemilu Daerah 2002
Berdasarkan hasil pemilu 6 Maret 2002, komposisi gemeenteraadslid (anggota legislatif TK II) Den Haag berdasarkan partai politik adalah sebagai berikut:
- VVD 11 (kursi) 1 (pendatang)
- PvdA 10 4
- CDA 7 1
- Leefbaar Den Haag 2 -
- GroenLinks 3 2
- D66 3 -
- Politieke Partij Scheveningen 2 -
- Socialistische Partij 2 -
- Haagse Stadspartij 1 -
- ChristenUnie-SGP 2 -
- Groep Labuche 1 1
- Groep Becker 1 -
Dari pemilu 2002 tersebut, jumlah partai politik yang berhasil menempatkan wakilnya sebagai anggota legislatif adalah 11 (termasuk Groep Labuche), plus 1 anggota legislatif independen (Groep Becker).
Dari tabel di atas, hanya 5 partai politik yang melibatkan anggota legislatif berlatar belakang pendatang (allochtoon) sebagai wakilnya di gemeenteraad. Rasio terbesar anggota legislatif pendatang berada di PvdA, yaitu 4 orang.
Dibanding hasil pemilu 2002, terlihat adanya perubahan komposisi kursi di legislatif dari pemilu 1998 meskipun pergeseran tersebut tidak signifikan. Tabel berikut memperlihatkan bahwa VVD tetap memiliki kursi terbanyak di gemeenteraad Den Haag.
- VVD 12 (1998) 11 (2002)
- PvdA 11 10
- CDA 6 7
- GroenLinks 4 3
- D66 3 3
- PP Scheveningen 3 3
- SP 3 2
- CU-SGP 1 1
- H. Stadspartij 1 1
- LinksAppèl 1 0
- Haagse Lente - 0
- H.O.O.P. - 0
- Dem. Leefbaar DH - 0
- Leefbaar DH - 4
- IPN - 0
3. Pemilu Daerah Den Haag 2006
Sebagaimana di seluruh gemeente di Belanda, pemilu daerah di Den Haag juga akan dilaksanakan tanggal 7 Maret 2006. Pemilih bisa memberikan susaranya dari jam 07.30-21.00.
Dalam pemilu kali ini, jumlah partai politik atau kelompok yang berpartisipasi berjumlah 29 (lihat tabel berikut).
- VVD 30 (caleg) 2 (pendatang)
- PvdA 29 5
- CDA 29 1
- Leefbaar Den Haag 9 1
- GroenLinks 16 2
- D66 28 2
- Politieke Partij Scheveningen 28 -
- SP 30 3
- Haagse Stadspartij 30 2
- CU-SGP 20 3
- VIP (Vooruitstrevende Integratie Partij) 4 4
- Haagsche Onafhankelijke Ouderen Partij 14 1
- - 6 5
- Partij Frans Postma (PFP) 10 -
- Bewoners Voor Loosduinen 8 -
- Lijst Pim Fortuyn (LPF) 13 1
- LinksAppƩl 17 13
- Duurzaam Nederland 6 4
- Haagse Allochtonen Partij 8 6
- Ons Den Haag 16 1
- Stem Niet 5 -
- Solidair Nederland 30 30
- Multi Volks Partij 15 10
- Haagse Lente 4 -
- - 6 3
- Islam Democraten 15 15
- Groep Jol 12 -
- Fractie Becker Den Haag 5 1
- Wel Denkend Den Haag 8 -
4. Program dan Kebijakan 2006-2010
Program dan kebijakan pokok yang akan digulirkan oleh partai politik yang dominan di Den Haag, serta kemungkinan dampaknya terhadap isu “integrasi” dan “pendatang” (allochtonen) bisa diperkirakan berdasarkan data berikut:
VVD
§ Kenyamanan diawali dengan rasa aman (perbanyak polisi di jalan)
§ Pemeriksaan preventif
§ Berantas terorisme, perbanyak latihan menghadapi terorisme
§ Perhatian terhadap expat (pekerja asing)
§ Berantas penipuan dalam tunjangan sosial
§ Ransang daya-beli para pendatang
§ Penambahan tempat ibadah bagi pendatang Kristen di Den Haag
§ Berantas diskriminasi
§ Pendatang mesti menguasai Bahasa Belanda
PvdA
§ Mendorong agar semua elemen bekerjasama membangun masyarakat
§ Membangun integrasi dan melawan diskriminasi
§ Mendorong budaya yang positif dari semua elemen masyarakat agar menarik dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga Den Haag
§ Memberantas kemiskinan
CDA
§ Memberantas kemiskinan
§ Integrasi melalui olahraga dan budaya
§ Lebih banyak rumah bagi starter dan yang sudah keluarga
§ Perbanyak kamera pengaman dan kurangi coffeeshops
GL
§ Meskipun berbeda, kita semua warga Den Haag
§ Perangi kemiskinan
§ Perumahan yang memadai dan murah
SP
§ Hilangkan jurang pemisah (kaya-miskin)
§ Integrasi adalah partisipasi (berkomunikasi dengan Bahasa Belanda)
§ Sekolah lebih kecil dan lebih berbaur
§ Aspek keamanan
D66
§ Tambah program sekolah sehingga anak 0-4 tahun terhindar dari keterbelakangan (penguasaan Bahasa Belanda)
§ Perhatian terhadap pendidikan di kalangan pendatang untuk integrasi
CU-SGP
§ Penambahan tempat ibadah bagi pendatang Kristen di Den Haag
Labuche
§ Haagse Allochtonen Partij
§ Partisipasi, integrasi, dan kohesi di seluruh aspek kehidupan masyarakat
5. Prognosis Hasil Pemilu
Menurut sebuah jajak-pendapat, diperkirakan PvdA akan menjadi partai terbesar di Den Haag (Algemeen Dagblad, 26/2/06). Dari survei Algemeen Dagblad terhadap 7430 orang di 10 gemeente di Utrecht dan Zuid-Holland, PvdA akan menambah perolehan kursinya di gemeentreraad dari 10 menjadi 14.
Sedangkan perolehan kursi VVD turun dari 11 menjadi 10, CDA dari 7 menjadi 5 atau akan sama besar dengan kursi SP. Leefbaar Den Haag kehilangan separuh dari kursinya sekarang. D66 juga akan kehilangan 1 kursi sehingga jadi 1 kursi. Sementara itu, CU-SGP diperkirakan akan mendapat 2 kursi.
Hasil prognosis tersebut juga memperkirakan bahwa PvdA akan menjadi partai terbesar di Rotterdam dan Utrecht.
Prognosis peningkatan perolehan kursi PvdA tersebut setidaknya disebabkan oleh 4 faktor, pertama pemilih cenderung lebih terpengaruh dengan posisi VVD dan CDA yang merupakan koalisi partai berkuasa di tingkat pusat (landelijk). Dilema bagi partai politik yang berkuasa adalah kecenderungan gagal untuk memenuhi harapan elektorat yang telah memilih mereka. Setiap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat biasanya akan dibalas dalam pemilu berikutnya. Kedua, ada kecenderungan calon pemilih Leefbaar tidak akan datang ke tempat pemilihan karena tidak ada faktor yang memobilisasi mereka.
Tahun 2002, peran figur Pim Fortuyn sebagai mobilisator sangat signifikan. Ketiga, popularitas Ketua PvdA, Wouter Bos cukup baik sebagai tokoh oposisi sehingga meningkatkan daya-tarik PvdA. Keempat, adalah bertambahnya calon pemilih dari segmen pendatang (nieuwe Nederlanders) yang baru mendapat hak pilih yang cenderung akan memberikan suara mereka kepada PvdA. Gejala ini berlaku secara nasional.
Berbeda dari pertandingan bola yang sulit diprediksi, hasil pemilu di Belanda—akibat pengaruh kedewasaan demokrasi—cenderung bisa dikalkulasi lebih akurat.