Recent comments

:::Gunaryadi's Pages on Asia-Europe Relations and Global Issues... :::

May 2, 2007

Sarkozy atau Royal: Implikasi terhadap politik luar negeri Prancis dan Indonesia

Filed under: Perspectives - Administrator @ 10:41 am

Gunaryadi, 26 April 2007

Nicolas Sarkozy dan Ségolène Royal—sebagaimana hasil berbagai jajak-pendapat sebelumnya—akhirnya maju ke putaran kedua pilpres Prancis yang dilaksanakan 22 April 2007. Pilpres kali ini membukukan tingkat partisipasi tertinggi sejak 1965 yaitu 84,6%. Menurut data Depdagri Prancis, dari 12 kandidat, Sarkozy (kanan-konservatif) meraih 31,18% suara, Royal (kiri-sosialis) 25.87%, dan François Bayrou (tengah) 18,57%. Sementara politisi ultranasionalis Jean-Marie Le Pen hanya mendulang 10,44% suara alias berada pada peringkat keempat. Pilpres putaran kedua dilaksanakan 6 Mei 2007.

Diperkirakan duel itu nanti akan berlangsung ketat. Beragam polling menunjukkan Sarkozy sedikit unggul daripada Royal sehingga lebih perluang menjadi presiden. Tetapi itu tidak bermakna hilangnya peluang Royal menjadi presiden wanita pertama Prancis. Apalagi kalau Royal berhasil merayu para pemilih François Bayrou yang berada di domain tengah dalam spektrum politik Prancis. Menguatnya legitimasi elektoral Bayrou tersebut merupakan trend yang fenomenal di arena politik Prancis.

Implikasi terhadap politik luar negeri Prancis
Mengapa pilpres di Prancis krusial? Berbeda dari banyak sistem pemerintahan di banyak negara di Eropa yang biasanya dikepalai oleh perdana menteri, berdasarkan amanat konstitusional otoritas riil pemerintahan di Prancis berada di tangan presiden. Kekuasaan presiden sangat luas. Ia berwenang memilih perdana menteri, membekukan parlemen, panglima-tertinggi angkatan bersenjata dan pemegang komando arsenal nuklir.

Dalam konteks otoritas tersebut seorang presiden akan sangat dominan mewarnai arah dan kecenderungan politik luar negeri Prancis meskipun aspek idiosyncratic atau figuritas tidak merupakan determinan tunggal.

Tidak saja bagi Prancis, bagi dunia internasional pun, siapa yang terpilih menduduki Palais de l’ Elysées bermakna krusial. Prancis terhitung negara kuat secara politik, ekonomi, kultural dan militer termasuk memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB.

Untuk memprediksi trend di atas perlu dilihat sikap dan pendekatan kedua capres dalam beberapa lingkar prioritas dalam politik luar negeri Prancis. Lingkar pertama adalah Uni-Eropa (EU).

Pada tataran ini, Sarkozy mengajukan gagasan menyederhanakan traktat EU, ingin  membentuk “Uni-Mediterrania” yang terdiri dari Prancis, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani dan Siprus, serta menolak bergabungnya Turki ke dalam EU.

Sedangkan Royal ingin diadakan negosiasi-kembali terhadap Konstitusi Eropa, membentuk “Eurozone government”, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan level pajak umum serta inisiatif baru EU dalam proses perdamaian Timur-Tengah. Disamping itu, Royal tidak menutup kemungkinan Turki masuk EU ketika Ankara memenuhi syarat keanggotaan.

Berbeda dari tokoh ultranasionalis Le Pen atau anti-globalis José Bové, Sarkozy dan Royal termasuk pro-EU meskipun keduanya mengeluhkan Bank Sentral Eropa ikut bertanggung jawab terhadap memburuknya perekonomian Prancis. Keduanya memilih “ya” dalam referendum Konstitusi Eropa di Prancis 2005.

Lingkar kedua adalah konteks transatlantik yang berkaitan dengan hubungan Prancis-Amerika. Pada level ini, Sarkozy memang lebih dekat ke Washington dibanding Royal. Bahkan pihak sosialis dengan sangat kasar mencap Sarkozy sebagai “anjing peliharaan Amerika” karena pandangan ekonominya yang liberal dan mengagumi berbagai aspek dari gaya AS. Sebaliknya, sayap kanan Prancis menuduh Royal “bagaikan seekor gajah di toko Cina”.

Di sisi lain, Royal dalam suatu kampanye di Toulouse mengatakan, “Kita tidak akan bersimpuh di hadapan George Bush.” Dia tampaknya juga lebih berkomitmen dibandingkan Sarkozy dalam kampanye-global “mengimbangi” dominasi AS, lebih cenderung pada “dunia yang multipolar.”

Meskipun sentimen anti-Amerika di Prancis cukup tinggi—bahkan dalam sebuah jajak-pendapat Desember 2006, 2/3 responden menginginkan agar presiden baru menjaga-jarak dari kebijakan luar-negeri AS—namun pesan yang disampaikan kedua capres tidak bisa dipersepsikan secara hitam-putih. Dalam dunia yang interdependen dan kompleks mustahil bagi Sarkozy bisa sepenuhnya pro-AS atau Royal sepenuhnya anti-AS.

Lingkar ketiga mencakup kawasan di luar EU dan transatlantik. Sarkozy cenderung akan membangun kerjasama dengan persemakmuran Francophone di Afrika. Sedangkan Royal tampaknya akan merapat ke negara-negara yang memiliki aspirasi mengimbangi hegemoni AS seperti Cina, dll.

Dalam lingkar ketiga ini isu perdamaian di Timur-Tengah juga cukup krusial. Royal cenderung akan melibatkan stakeholder yang lebih luas dalam negosiasi solusi konflik Israel-Palestina, Lebanon, dan nuklir Iran. Sedangkan Sarkozy berkemungkinan mempertahankan pendekatan status quo atau bahkan lebih mendekat dengan sikap AS.

Prancis-Indonesia
Hubungan Prancis-Indonesia selama ini berjalan cukup hangat meskipun belum ada wadah dialog bilateral dan frekuensi kunjungan antar pejabat tinggi atau kepala negara cukup jarang.

Prancis termasuk negara Barat pertama yang menjalin hubungan resmi dengan Indonesia ketika merdeka. Dilihat dari magnitude negara tujuan ekspor, hingga 2003 volume ekspor Indonesia ke Prancis masih kurang dari 2% atau di bawah Jerman, Inggris dan Belanda. Padahal Prancis termasuk ekonomi terkuat di EU. Namun, kehadiran Prancis di Indonesia cukup terasa seperti di sektor perminyakan dan pertambangan, jaringan-ritel, pariwisata, air-bersih, lingkungan dan pertanian. Sektor lain mencakup kerjasama budaya, pendidikan tinggi, teknologi, dan pertahanan. Prancis cukup banyak membantu dalam proses demokratisasi, HAM, ketika Indonesia dilanda musibah, serta sentimen publik Indonesia terhadap Prancis sebagai aktor internasional cukup positif.

Selama ini Prancis dan Indonesia di panggung internasional cukup banyak bersinergi. Kedua bangsa menjadi pelopor perdamaian di Kamboja 1993, setia dengan mekanisme PBB, memilih pendekatan multilateral dan keseimbangan antara Utara-Selatan. Selain itu, Prancis adalah “great power” yang sikapnya paling banyak beririsan dengan Indonesia dalam berbagai isu internasional seperti solusi konflik di Timur-Tengah, terorisme, serta sistem hukum Indonesia lebih mirip dengan sistem legal Prancis dibanding Anglo-Sakson.

Bagi kepentingan Indonesia saat ini, terkesan bahwa Royal adalah sosok yang lebih tepat; namun, itu tidak bermakna bahwa jika Sarkozy yang terpilih akan terjadi skenario sebaliknya. Diperkirakan kecil kemungkinan terjadi perubahan drastis dari kebijakan luar negeri Prancis terhadap Indonesia, siapa pun yang terpilih menjadi presiden. Namun Jakarta tentu tetap perlu menyiapkan antisipasi untuk mengoptimalkan efek dari leverage internasional Prancis bagi kepentingan domestik, regional dan global Indonesia.

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://gunaryadi.blogsome.com/2007/05/02/sarkozy-atau-royal-implikasi-terhadap-politik-luar-negeri-prancis-dan-indonesia/trackback/

  1. Wah…wah salut dan angkat topi Bang ! Tulisan2 Abang sangat bagus, analitis dan lengkap…! Didokumentasikan Mas…and semoga ada orang2 Deplu yang merelay terus dan siap2 jadi asisten ahli Menlu….Loh. Selamat

    Comment by said attawadlu — May 29, 2007 @ 7:52 pm

  2. Uda Gun..

    Bagaimana sebenarnya hubungan Amerika dan UE? Apakah dua raksasa dunia ini adalah sahabat atau saingan?

    Oh iya, paper uda gun tentang “EU Visibility in Indonesia” bisa dikirim Pdf nya lewat email nggak?

    Saya tertarik dengan ide pendirian centre of excellent yang diusulkan. Saya pernah baca abstractnya saja.

    Blognya saya bookmark nih, soalnya tertarik juga dengan UE.

    Terimakasih sebelumnya

    Salam kenal
    NG

    Comment by Nom Gebab — June 20, 2007 @ 11:59 pm

  3. Mas, tulisannya bagus tentang EU. Salam kenal mas. Saya juga lagi ambil post grad mengenai EU. Dosen pembimbing saya seorang professor yg masih muda dan berasal dr Perancis. Senang bisa baca tulisan mas mengenai EU, membuka wawasan saya. Thanks.

    cheers…

    Comment by F. Santy — March 28, 2009 @ 11:47 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

  • Home

  • Links:
    • Sekolah Indonesia Nederland (SIN) Wassenaar
    • Jasmijn and Hannah's Weblog
    • Dessy's Reflections
    • Indonesian Embassy, The Hague
    • Weblog Bapak Saidan
  • Categories:
    • International Community (Translation)
    • Media Coverage
    • Paper
    • Perspectives
    • Reflections
  • Search:

  • Archives:
    • June 2008
    • May 2008
    • January 2008
    • November 2007
    • July 2007
    • May 2007
    • March 2007
    • February 2007
    • January 2007
    • December 2006
    • October 2006
    • September 2006
    • August 2006
    • July 2006
    • June 2006
    • May 2006
    • April 2006
    • March 2006
    • February 2006
    • January 2006
    • December 2005
    • November 2005
    • October 2005
    • September 2005
    • August 2005
    • July 2005
    • June 2005
  • Most Recent Posts
    • Serba-s...
    • Tafelte...
    • Menghit...
    • Menghit...
    • Tahun...
    • Dag...
    • Dag...
    • Belia,...
    • Strateg...
    • Sarkozy...
  • Most Popular Posts
    • Angkatan Bersenjata...: 52
    • Menyigi Isu Korupsi di...: 41
    • Jatuhnya Pemerintahan:...: 38
    • Pemilu di Eropa:...: 31
    • Korvet Canggih, Kekuatan...: 30
    • Tahun Baru 1429: Masa Depan...: 24
    • Implikasi Pemilu...: 23
    • Sepatu Kayu Khas Nederland: 20
    • Pemilu Jerman, 22...: 18
    • ASEAN Charter dan...: 17
    • Proliferasi Nuklir Iran dan...: 14
    • Prajurit yang...: 13
    • Prognosis Pemilu Legislatif...: 10
    • Menghitung Burung di...: 8
    • Kerusuhan dan Pilpres...: 7
    Komentar Terbaru..
  • May 2007
    M T W T F S S
    « Mar   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Other:
    • login
    • register
  • Meta:
    • RSS .92
    • RDF 1.0
    • RSS 2.0
    • Atom
    • Comments RSS 2.0
    • Valid XHTML