Recent comments

:::Gunaryadi's Pages on Asia-Europe Relations and Global Issues... :::

January 30, 2008

Menghitung Burung di Belanda (1)

Filed under: Reflections - Administrator @ 9:15 am

World Forum Convention Centre, Den Haag, 29 Januari 2008

Gunaryadi

“The screech and mechanical uproar of the big city turns the citified head, fills citified ears—as the song of birds, wind in the trees, animal cries, or as the voices and songs of his loved ones once filled his heart. He is sidewalk-happy.” Frank Lloyd Wright (Arsitek, 1867-1959)


Burung dalam bingkai kenangan masa kecil

Kesempatan tinggal di Belanda merupakan karunia dan nikmat yang sangat penulis syukuri karena banyak alasan. Diantara alasan tadi bersifat emosional dan subyektif di mana nuansa yang mengingatkan penulis dengan nostalgia masa kecil ketika di kampung—sebuah kota kecil di pantai barat Sumatera—sangat kental. Salah satu faktor yang membingkai kenangan masa kecil tersebut adalah besarnya populasi dan beragamnya jenis burung yang hidup bebas di sekitar rumah, kebun, dan lingkungan sekitar.

Masih segar dalam ingatan jenis-jenis burung liar tersebut yang sebagian besar hanya mampu penulis identifikasi dengan nama dalam bahasa ibu penulis. Ada burung murai, balam, titiran (tekukur), cicilah (kolibri) dengan beragam jenisnya, merbah, bondo (gelatik), pipit, sia (tempua), bangau berbagai jenis, uwak-wak (burung rawa) dengan berbagai rupa, ayam barugo (ayam hutan), pelatuk, beo, kuaw (merak), enggang, punai, berkuk, srindit (parkit), pelatuk, birik-birik, burung layang-layang, burung hantu (ketika malam), elang laut, elang bumbun, alap-alap, dan elang kluwit (kalong), serta beberapa jenis lagi.

Penulis menjadi saksi, bahwa seiring dengan “kotanisasi”—serta segala elemen sosio-ekonomi dan teknologi yang melekat padanya—komunitas beragam jenis burung yang dua dekade sebelumnya masih ramai nyaris tidak tampak lagi, bahkan kicauan yang mengawali terbitnya fajar sudah jarang atau hanya sayup-sayup terdengar. Barangkali renungan Frank Lloyd Wright di atas cukup representatif merefleksikan perubahan tersebut.

Tampaknya sebagian besar jenis burung di kampung sudah terbang “merantau.” Apakah “merantau” ke alam baka karena menjadi menu dalam rantai makanan atau menghindar dari gangguan “predator” tingkat tinggi yaitu manusia atau bahkan punah sama sekali. Penulis tidak memiliki data dan statisitk akurat terhadap kemungkinan tersebut. Namun, probabilitas yang paling mungkin ialah unggas tadi berpindah habitat. Analogis dengan pola migrasi pada manusia, berpindahnya bangsa burung sebagai akibat dari ketidaksimbangan ekologis, berkurangnya daya dukung lingkungan hidup karena kerusakan ekosistem dan habitat, serta gangguan fisik dan ketidaknyamanan psikologis akibat interferensi manusia.

Berapa jumlah tuinvogels di Belanda?

Tanggal 26-27 Januari 2008 Belanda mengadakan penghitungan burung secara nasional (de Volkskrant, 26/1/2008) yang diadakan oleh “Vogelbescherming Nederland” (sebuah LSM penyayang burung di Belanda). Kategori burung yang dihitung adalah jenis burung yang biasa hidup di kebun, taman dan sekitar rumah (tuinvogels). Yang menghitung adalah para sukarelawan dan pencinta burung di seluruh Belanda hingga tingkat RW (wijk).

Penghitungan dilakukan sebagai berikut. Pertama, peserta (sukarelawan) menentukan salah satu hari dari weekend 26 atau 27 Januari tersebut sebagai hari penghitungan. Diperlukan minimal 1 jam pada hari tadi digunakan menghitung burung yang ada di halaman atau balkon masing-masing. Peserta dianjurkan mencari posisi yang nyaman dari jendela sewaktu menghitung sehingga bisa melihat keseluruhan halaman atau balkon. Siapkan pena dan selembar kertas (daftar jenis burung dan jumlah), petunjuk tentang jenis burung dan teropong (verrekijker). Kedua, hitung jumlah dan jenis burung dalam masa pengamatan tadi (hindari penghitungan dua kali). Ketiga, hasil penghitungan di-upload langsung oleh peserta ke website yang telah disediakan dan akan mendapat feedback langsung hasil penghitungan yang sudah masuk secara nasional. Dari website milik Vogelbescherming Nederland itu para peserta juga bisa men-download atau mencetak daftar jenis burung untuk mempermudah proses penghitungan serta foto-foto jenis burung yang lazim ditemukan di halaman atau balkon rumah.

Panitia juga memberikan beberapa petunjuk praktis. Misalnya, peserta tidak perlu membedakan jenis kelamin burung yang diamati dan hitung; lakukan di waktu pagi karena saat tersebut burung biasanya burung sangat aktif; hindari penghitungan dua kali; burung yang hanya melintas di halaman atau balkon tidak perlu dihitung; sedikan kopi, teh, penganan ketika mengamati dan menghitung sehingga lebih nikmat. Kemudian, sebagai penambah semangat para peserta, panitia juga menyediakan undian berupa hadiah menarik seperti teropong pengamatan burung, buku panduan tentang tuinvogels, dll. Pada bagian akhir, setiap peserta akan menerima hasil penghitungan mereka secara nasional melalui email masing-masing.

Tahun lalu, peserta yang ikut mencapai 10.000 orang. Waktu itu, jenis burung yang termasuk 3 besar adalah huismus (burung gereja), koolmees, dan merel. Tahun 2008 ini,  penghitungan melibatkan lebih dari 15.000 orang peserta, dengan 3 besar jenis burung secara nasional sama dengan 2007 yaitu huismus, koolmees, dan merel.

 

Hasil penghitungan memperlihatkan jenis burung “Top 10” secara nasional:

1.       Huismus (Passer Domesticus) = 96.898 ekor

2.       Koolmees (Parus Major) = 74.199 ekor

3.       Merel (Turdus merula) = 48.359 ekor

4.       Pimpelmees (Parus Caeruleus) = 46.807 ekor

5.       Spreeuw (Sturnus Vulgaris) = 41.557 ekor

6.       Vink (Fringilla Coelebs) = 41.172 ekor

7.       Kauw (Corvus Monedula) = 39.313 ekor

8.       Turkse tortel (Streptopelia Decaocto) = 29.216 ekor

9.       Houtduif (Columba Palumbus) = 23.857 ekor

10.   Ringmus (Passer Montanus) = 18.308 ekor

 
Provinsi di mana paling banyak terhitung tuinvogels tahun 2008 ini adalah Zuid-Holland (di mana penulis bermukim), Gelderland, dan Brabant. Di wijk penulis sendiri terhitung sebagai berikut:

 

1.       Koolmees =  110 ekor

2.       Houtduif =  99 ekor

3.       Merel =  88 ekor

4.       Pimpelmees =  76 ekor

5.       Kauw = 54 ekor

6.       Vink =  53 ekor

7.       Ekster (pica pica) = 41 ekor

8.       Spreeuw =  33 ekor

9.       Halsbandparkiet (Psittacula Krameri) = 31 ekor

10.   Stadsduif (Columba Livia Domestica) = 27 ekor

 
Data penghitungan di atas sepertinya sebagai proses sensus populasi burung, meskipun tidak mencerminkan jumlah burung yang hidup atau singgah (burung migrasi) di Belanda secara tepat. Di samping itu, yang dihitung hanya tuinvogels, sehingga jenis burung-burung liar yang lain seperti bebek (dengan berbagai jenis), angsa, bangau (reigers), kraanvogel, camar, dll. yang tidak termasuk dalam kategori tuinvogels tidak terhitung.

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://gunaryadi.blogsome.com/2008/01/30/menghitung-burung-di-belanda-1/trackback/

  1. Ass.
    Gun, enak betul ya tinggal di Belanda sambil menghiung burung.dari sekian burung yang kamuhitung, masih ingatkah kau padaku EDIRUSLAN (PARTNER TO DO kkn IN pARIAMAN).TAPI AKU TIDAK TERMASUK BURUNG LHO.Selamat ya atas keberhasilanmu sampai ke belanda. Say salam to your family. Thanks

    Comment by EDIRUSLAN — May 13, 2009 @ 3:20 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

  • Home

  • Links:
    • Sekolah Indonesia Nederland (SIN) Wassenaar
    • Jasmijn and Hannah's Weblog
    • Dessy's Reflections
    • Indonesian Embassy, The Hague
    • Weblog Bapak Saidan
  • Categories:
    • International Community (Translation)
    • Media Coverage
    • Paper
    • Perspectives
    • Reflections
  • Search:

  • Archives:
    • June 2008
    • May 2008
    • January 2008
    • November 2007
    • July 2007
    • May 2007
    • March 2007
    • February 2007
    • January 2007
    • December 2006
    • October 2006
    • September 2006
    • August 2006
    • July 2006
    • June 2006
    • May 2006
    • April 2006
    • March 2006
    • February 2006
    • January 2006
    • December 2005
    • November 2005
    • October 2005
    • September 2005
    • August 2005
    • July 2005
    • June 2005
  • Most Recent Posts
    • Serba-s...
    • Tafelte...
    • Menghit...
    • Menghit...
    • Tahun...
    • Dag...
    • Dag...
    • Belia,...
    • Strateg...
    • Sarkozy...
  • Most Popular Posts
    • Angkatan Bersenjata...: 27
    • Jatuhnya Pemerintahan:...: 21
    • Menyigi Isu Korupsi di...: 19
    • Implikasi Pemilu...: 14
    • Pemilu di Eropa:...: 12
    • Pemilu Jerman, 22...: 11
    • Tahun Baru 1429: Masa Depan...: 9
    • Proliferasi Nuklir Iran dan...: 7
    • Belanda: Bersahabat dan...: 6
    • ASEAN Charter dan...: 5
    Komentar Terbaru..
  • January 2008
    M T W T F S S
    « Nov   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Other:
    • login
    • register
  • Meta:
    • RSS .92
    • RDF 1.0
    • RSS 2.0
    • Atom
    • Comments RSS 2.0
    • Valid XHTML